Bandung, 22 Oktober 2026 — PKBM Homeschooling Pewaris Bangsa menggelar acara Diseminasi & Showcasing Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM), Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi ajang untuk berbagi praktik baik pembelajaran, memperkenalkan karya siswa, serta menunjukkan bagaimana pendekatan Project Based Learning (PjBL) diterapkan dalam proses belajar sehari-hari.
Acara ini dihadiri oleh Hertanti Erna Kesuma, S.E., S.S., M.Pd. dari Direktorat Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Kemendikdasmen; Noeraida, S.Si., M.Pd. dari BBGTK Jawa Barat selaku pendamping Sekolah Model PKBM Homeschooling Pewaris Bangsa; Fida Purwati, S.Sos., M.E., Kepala Bidang PP PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kota Bandung; serta Riski Agung, S.T.P.P., M.H., Ketua Tim Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dinas Pendidikan Kota Bandung.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Bu Hertanti, Bu Fida Purwati, dan Ir. Sanny Darman, M.Pd., selaku Kepala PKBM Homeschooling Pewaris Bangsa. Suasana semakin meriah dengan penampilan siswa Awang yang membacakan puisi, dan Jessica dan Anggra yang menampilkan modern dance.

Setelah itu, para tamu undangan bersama Kepala PKBM secara simbolis memotong pita sebagai tanda dibukanya pameran karya siswa. Melalui sesi showcasing ini, pengunjung dapat melihat hasil karya sekaligus mengenal proses belajar siswa yang mendorong kreativitas, kemandirian, dan kemampuan memecahkan masalah.
Salah satu pendekatan yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah Project Based Learning (PjBL), yaitu pembelajaran berbasis projek yang memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung. Siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mengeksplorasi minat, mencari informasi, merancang ide, mengerjakan projek, dan menunjukkan hasil karyanya. Dengan pendekatan ini, proses belajar diharapkan menjadi lebih bermakna karena siswa dapat menghubungkan pengetahuan dengan situasi nyata.
Bagi PKBM Homeschooling Pewaris Bangsa, PjBL juga sejalan dengan karakteristik homeschooling yang fleksibel dan berpusat pada kebutuhan peserta didik. Setiap siswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi serta menghasilkan karya sesuai minat dan kemampuannya. Proses pengerjaan projek turut melatih kreativitas, berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi, dan tanggung jawab.
Acara dilanjutkan dengan sesi diseminasi yang dibawakan oleh Bu Sanny, disertai testimoni dari Yufentius sebagai perwakilan siswa dan Pak Teddyanto sebagai tutor. Sesi ini menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman nyata mengenai penerapan pembelajaran, termasuk upaya menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, kontekstual, dan bermakna bagi siswa.
Para peserta juga mengikuti kegiatan microteaching yang dibawakan oleh Kak Ramon untuk bidang Broadcasting dan Editing, Kak Imelda untuk Bahasa Indonesia, serta Kak Bandar untuk Matematika. Melalui sesi ini, para hadirin dapat melihat secara langsung pendekatan pembelajaran yang diterapkan oleh para tutor dalam mendampingi siswa.
Pada tahun 2026, PKBM Homeschooling Pewaris Bangsa terpilih sebagai salah satu dari 29 satuan pendidikan nonformal di Indonesia yang menjadi Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam, Koding dan Kecerdasan Artifisial. Program Sekolah Model menjadi kesempatan untuk terus mengembangkan kualitas pembelajaran, memperkuat kompetensi pendidik, dan berbagi praktik baik dengan satuan pendidikan lainnya.
Implementasi Sekolah Model bukan sekadar memperkenalkan metode atau teknologi baru. Lebih dari itu, program ini mendorong terciptanya pembelajaran yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Melalui penguatan PjBL, literasi digital, serta pengenalan koding dan kecerdasan artifisial, siswa diharapkan semakin mampu berpikir kritis, berkreasi, dan menggunakan pengetahuan untuk menghadapi tantangan di kehidupan nyata.

Menjadi Sekolah Model juga merupakan proses belajar dan perbaikan berkelanjutan. Melalui refleksi, evaluasi, dan kolaborasi antara kepala satuan pendidikan, tutor, siswa, serta keluarga, PKBM Homeschooling Pewaris Bangsa terus berupaya mengembangkan praktik pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Melalui kegiatan diseminasi dan showcasing ini, PKBM Homeschooling Pewaris Bangsa berharap dapat menginspirasi satuan pendidikan lainnya untuk saling berbagi pengalaman, mengembangkan pembelajaran berbasis projek, dan bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan nonformal.
Dengan semangat “Menjangkau yang Tidak Terjangkau”, Pewaris Bangsa berkomitmen menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif, fleksibel, dan bermakna, sekaligus menghargai keunikan serta potensi setiap peserta didik.














