PKBM Homeschooling Pewaris Bangsa Bandung Belajar Sejarah Melalui Teater “Surya Wilwatikta” Bersama Charmed Community Tangerang

Penulis: Admin | Dipublikasi: Oct 30, 2026

Cover: PKBM Homeschooling Pewaris Bangsa Bandung Belajar Sejarah Melalui Teater “Surya Wilwatikta” Bersama Charmed Community Tangerang

Jakarta, 25 Oktober 2026 – Dalam semangat memperluas wawasan dan mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif, PKBM Homeschooling Pewaris Bangsa Bandung melakukan kunjungan edukatif ke komunitas Homeschooling Charmed (Charlotte Mason Education) Community Tangerang. Kunjungan ini diikuti oleh sekitar 24 peserta yang terdiri dari Kepala Satuan Pendidikan, tujuh tutor, murid, serta orang tua murid Pewaris Bangsa.

Rombongan berangkat dari Bandung menuju Gedung Wayang Orang Bharata, Jakarta Pusat, untuk menyaksikan pertunjukan teater bertajuk “Surya Wilwatikta”, yang dipentaskan pada Minggu, 25 Oktober 2026.

Mengenal Charmed Community dan Semangat Pendidikan Charlotte Mason

Charmed Community merupakan komunitas keluarga homeschooling di Tangerang yang menerapkan dan mempelajari pendekatan pendidikan Charlotte Mason. Pendekatan ini berawal dari pemikiran Charlotte Mason, seorang pendidik yang mengembangkan panduan pendidikan melalui berbagai tulisan dan karyanya.

Komunitas ini terdiri dari para orang tua yang memiliki semangat dan kepedulian besar terhadap pendidikan anak. Menariknya, beberapa keluarga dari Charmed Community juga telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada PKBM Homeschooling Pewaris Bangsa.

Berangkat dari kesamaan semangat dalam mendampingi proses belajar anak, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, sekaligus belajar dari praktik pendidikan yang dijalankan oleh komunitas homeschooling lainnya.

“Surya Wilwatikta”: Mengenalkan Sejarah Majapahit Melalui Seni Teater

Salah satu hal menarik dari kunjungan ini adalah pertunjukan teater “Surya Wilwatikta” yang mengangkat kisah kejayaan Kerajaan Majapahit, salah satu kerajaan besar dalam sejarah Nusantara yang dikenal dengan cita-cita persatuan dan kebijaksanaannya.

Melalui perjalanan para tokohnya, pertunjukan ini menggambarkan keberanian, kesetiaan, serta tanggung jawab dalam menjaga kerajaan. Di balik kejayaannya, terdapat berbagai tantangan berupa ambisi dan perebutan kekuasaan yang menguji persatuan.

Kisah ini mengingatkan penonton bahwa kejayaan sejati bukan semata-mata tentang kekuasaan, melainkan juga tentang nilai-nilai luhur yang diwariskan kepada generasi berikutnya.

Menariknya, seluruh tokoh dalam pertunjukan diperankan langsung oleh anak-anak dari Charmed Community, mulai dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA. Mereka tampil dengan berbagai peran, mulai dari raja, ratu, hingga tokoh-tokoh lainnya dalam sejarah Majapahit. Persiapan pertunjukan juga mencakup kostum, tata rias, hingga penataan panggung yang dirancang dengan serius dan terencana.

Sejarah yang Hidup, Menarik, dan Tidak Membosankan

Pertunjukan “Surya Wilwatikta” menjadi bukti bahwa pembelajaran sejarah dapat dikemas dengan cara yang menyenangkan dan bermakna.

Selama ini, sejarah sering kali identik dengan bacaan panjang, hafalan nama tokoh, serta rangkaian peristiwa yang tidak mudah menarik perhatian anak-anak. Melihat tantangan tersebut, para orang tua Charmed Community berinisiatif menghadirkan teater sebagai salah satu cara agar anak-anak dapat mengenal sejarah melalui pengalaman yang lebih nyata.

Naskah pertunjukan diolah dan disesuaikan oleh salah satu orang tua yang memiliki ketertarikan mendalam terhadap sejarah. Cerita yang begitu luas dirangkum menjadi pertunjukan berdurasi sekitar 90 menit tanpa menghilangkan bagian-bagian penting dari sejarah Majapahit.

Tidak hanya itu, dialog-dialog yang disisipkan dengan unsur humor membuat pertunjukan terasa lebih hidup, ringan, dan tidak monoton. Anak-anak yang menyaksikan pun dapat mengikuti alur cerita dengan lebih mudah sekaligus mengenal tokoh-tokoh dan peristiwa sejarah secara menyenangkan.

Dalam kesempatan berbincang dengan Ibu Arum, salah satu orang tua murid Pewaris Bangsa yang turut terlibat dalam pertunjukan, diketahui bahwa persiapan teater ini telah dilakukan selama kurang lebih tiga bulan. Prosesnya melibatkan berbagai peran, mulai dari penyutradaraan, pengolahan cerita, persiapan pemain, hingga penataan panggung.

Keseriusan dan kerja sama seluruh pihak menjadi salah satu hal yang mengesankan bagi rombongan Pewaris Bangsa. Pertunjukan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menghadirkan inspirasi tentang bagaimana sebuah materi pembelajaran dapat dikembangkan menjadi pengalaman belajar yang kreatif.

Belajar dari Komunitas, Bertumbuh Bersama dalam Pendidikan

Bagi para tutor Pewaris Bangsa, kunjungan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga. Melihat secara langsung bagaimana para orang tua merancang, mempersiapkan, dan mendampingi anak-anak dalam sebuah pertunjukan sejarah memberikan perspektif baru mengenai proses pembelajaran.

Teater “Surya Wilwatikta” menjadi inspirasi bahwa pendidikan tidak harus selalu berlangsung melalui buku dan kegiatan di dalam kelas. Seni, budaya, sejarah, dan pengalaman langsung dapat menjadi bagian penting dalam proses belajar anak.

Kehadiran rombongan Pewaris Bangsa dari Bandung juga disambut dengan hangat oleh keluarga Charmed Community. Para orang tua dan anak-anak yang terlibat dalam pertunjukan merasa senang dan diapresiasi atas dukungan serta kehadiran keluarga besar Pewaris Bangsa.

Melalui kegiatan ini, Pewaris Bangsa tidak hanya memperoleh pengalaman menyaksikan pertunjukan seni, tetapi juga membangun hubungan yang lebih erat dengan sesama keluarga homeschooling.

Kunjungan ini sejalan dengan semangat pendidikan Pewaris Bangsa, yaitu "Our class is anywhere" atau “Belajar dari Mana Saja”. Setiap tempat, pertemuan, dan pengalaman dapat menjadi ruang belajar yang bermakna. Dengan menghargai setiap keunikan murid, Pewaris Bangsa percaya bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk bertumbuh dan menunjukkan potensinya melalui berbagai cara.

Karena pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang apa yang dipelajari, tetapi juga bagaimana anak mengalami, memahami, dan memaknai setiap proses pembelajarannya.