Pertemuan Langsung dengan Direktur PNFI, Ir. Sanny Darman M.Pd. (ASAHPENA) Sampaikan Aspirasi Layanan Homeschooling

Penulis: Admin | Dipublikasi: Aug 29, 2026

Cover: Pertemuan Langsung dengan Direktur PNFI, Ir. Sanny Darman M.Pd. (ASAHPENA) Sampaikan Aspirasi Layanan Homeschooling

Pertemuan Langsung dengan Direktur PNFI, Ir. Sanny Darman M.Pd. Sampaikan Aspirasi Layanan Homeschooling


Pada 20 Agustus 2026, Ir. Sanny Darman, M.Pd., Ketua PKBM Homeschooling Pewaris Bangsa sekaligus salah satu anggota ASAHPENA (Asosiasi Sekolah Rumah dan Pendidikan Alternatif), bersama perwakilan ASAHPENA melakukan pertemuan langsung dengan Direktur Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI), Dr. I Gusti Made Ardana, S.Pd., M.T.


Pertemuan tersebut menjadi kesempatan penting bagi ASAHPENA untuk berdiskusi secara langsung dengan Direktorat PNFI mengenai kebijakan penyelenggaraan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada PKBM, khususnya terkait informasi mengenai pembatasan layanan bagi peserta didik yang berdomisili di luar wilayah atau daerah satuan pendidikan.


Dalam pertemuan tersebut, Direktur PNFI menyampaikan adanya kekhususan dalam penerapan kebijakan bagi satuan pendidikan yang memberikan layanan kepada peserta didik sekolah rumah atau homeschooling. Hal ini menjadi perhatian penting karena karakteristik pendidikan homeschooling memiliki pola pembelajaran dan layanan yang berbeda, terutama dalam hal fleksibilitas serta kemitraan antara keluarga dan satuan pendidikan.


Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, ASAHPENA melakukan pendataan terhadap PKBM dan satuan pendidikan nonformal yang selama ini memberikan layanan sekolah rumah di berbagai daerah. Pendataan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai model pembelajaran, jangkauan layanan, jumlah peserta didik, serta pola kemitraan yang diterapkan.


Bagi PKBM Homeschooling Pewaris Bangsa, keterlibatan Ir. Sanny Darman, M.Pd. dalam pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk turut menyuarakan kebutuhan dan karakteristik layanan homeschooling secara langsung kepada pemerintah. Data dan pengalaman dari berbagai satuan pendidikan diharapkan dapat menjadi bahan pemetaan, kajian, serta masukan dalam penyusunan kebijakan yang lebih sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.


Melalui komunikasi dan kolaborasi yang terus dibangun antara pemerintah, ASAHPENA, PKBM, serta para penyelenggara homeschooling, diharapkan layanan pendidikan berbasis keluarga dapat terus berkembang dan tetap memberikan ruang belajar yang fleksibel sesuai kebutuhan setiap anak.